wisata-guci-di-daerah-tegal-diterjang-banjir

Wisata Guci di Daerah Tegal Diterjang Banjir

Wisata Guci di Daerah Tegal Diterjang Banjir. Objek wisata Guci di Kabupaten Tegal kembali dilanda banjir bandang pada Kamis malam hingga Jumat pagi. Air bah yang membawa lumpur dan material kayu melanda hampir seluruh area kolam pemandian, gazebo, serta jalur menuju air terjun utama. Kejadian ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah pegunungan sejak Rabu malam, ditambah luapan sungai kecil di hulu yang tidak mampu menampung debit air. Banjir kali ini termasuk yang terparah dalam dua tahun terakhir, membuat akses utama tertutup total dan beberapa fasilitas rusak berat. Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan warga masih bekerja keras membersihkan material dan memastikan tidak ada korban tertimbun. Hingga Jumat sore, air belum sepenuhnya surut dan kawasan wisata ditutup sementara untuk umum. BERITA BOLA

Kronologi Kejadian dan Kerusakan yang Terjadi: Wisata Guci di Daerah Tegal Diterjang Banjir

Longsor dan banjir bandang mulai terjadi sekitar pukul 23.00 WIB Rabu malam. Air bah yang membawa lumpur dan ranting pohon meluncur dari lereng atas menuju area kolam pemandian utama. Beberapa gazebo kayu roboh karena terbawa arus, sementara jembatan gantung kecil yang menghubungkan dua sisi sungai putus di bagian tengah. Kolam pemandian yang biasanya jernih kini dipenuhi lumpur setebal 30–70 cm, dan air terjun kecil di hulu tertutup material longsor sehingga aliran air terhenti sementara. Tidak ada korban jiwa dilaporkan karena kawasan sudah ditutup sejak malam karena hujan deras. Namun dua petugas kebersihan yang sedang bertugas malam mengalami luka ringan akibat terpeleset saat evakuasi. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, meliputi gazebo, pagar kayu, jalur setapak, dan peralatan pendukung wisata. Beberapa warung makan di area bawah juga terendam hingga lutut, sehingga stok makanan dan peralatan rusak akibat air kotor.

Penyebab dan Kondisi Geografis Kawasan Guci: Wisata Guci di Daerah Tegal Diterjang Banjir

Guci terletak di lereng Gunung Slamet dengan topografi berbukit curam dan tanah vulkanik yang mudah longsor saat jenuh air. Curah hujan Rabu malam mencapai lebih dari 140 mm dalam 8 jam, ditambah kondisi tanah yang sudah basah dari hujan sebelumnya. Pohon-pohon di lereng atas banyak yang ditebang untuk lahan perkebunan teh dan sayur, sehingga akar penahan tanah semakin berkurang. Saluran drainase alami tersumbat sampah plastik dan sedimentasi, membuat air hujan mengalir di permukaan tanah dan mempercepat peluncuran material. Kawasan ini memang rawan longsor dan banjir bandang setiap musim hujan, terutama jika hujan deras berlangsung lebih dari 6 jam berturut-turut. Beberapa warga melaporkan bahwa retakan tanah di lereng atas sudah terlihat sejak dua hari sebelumnya, tapi belum ada tindakan evakuasi dini karena hujan masih ringan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kawasan Guci sangat rentan ketika musim hujan datang dengan intensitas tinggi.

Upaya Penanganan dan Respons Pemerintah Daerah

Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Tegal, Dinas Pekerjaan Umum, TNI, Polri, dan relawan warga langsung turun ke lokasi sejak Kamis pagi. Alat berat seperti ekskavator dan bulldozer dikerahkan untuk membuka akses jalan utama dan membersihkan material longsor dari kolam pemandian. Posko bantuan didirikan di area parkir bawah dengan menyediakan air bersih, makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan dasar. Pemerintah kabupaten menyatakan akan memberikan bantuan perbaikan fasilitas wisata yang rusak dan santunan bagi warung yang terdampak. Ada rencana relokasi sementara akses masuk wisata selama perbaikan berlangsung. Beberapa kepala desa meminta percepatan normalisasi saluran drainase dan pemasangan bronjong penahan tanah di titik rawan. Warga juga diminta tidak membangun lagi di lereng curam dan ikut menjaga kebersihan saluran agar air hujan tidak meluber. Pemerintah daerah berjanji mengalokasikan anggaran tambahan untuk mitigasi longsor di wilayah pegunungan pada kuartal mendatang.

Kesimpulan

Longsor dan banjir bandang di kawasan wisata Guci, Tegal, menunjukkan bahwa daerah pegunungan ini sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi saat musim hujan. Penanganan darurat oleh petugas gabungan dan gotong royong warga sudah berjalan maksimal, namun kerusakan fasilitas wisata dan akses yang terganggu menjadi pengingat bahwa pencegahan jangka panjang harus segera direalisasikan. Normalisasi saluran, pemasangan bronjong, reboisasi lereng kritis, dan pengaturan pembangunan di zona rawan menjadi keharusan agar wisata Guci tidak terus terganggu setiap musim hujan. Pemerintah daerah dan warga perlu bekerja sama lebih erat untuk memperbaiki sistem drainase serta pengelolaan lingkungan lereng. Hingga saat ini, kawasan wisata ditutup sementara dan warga diminta tetap waspada terhadap longsor susulan. Semoga perbaikan bisa selesai cepat agar wisatawan kembali menikmati keindahan Guci tanpa khawatir bencana.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *