Semeru Erupsi Malam Ini, 41 Kali Sepekan. Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas tinggi pada malam 2 Februari 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi eksplosif disertai lontaran awan panas dan guguran lava pijar terjadi sekitar pukul 20.45–22.30 WIB. Kolom abu teramati mencapai 1.200–1.500 meter di atas puncak, condong ke arah tenggara. Dalam seminggu terakhir (26 Januari–2 Februari), Semeru telah mengalami 41 kali erupsi, termasuk 7 kali erupsi eksplosif dengan amplitudo >25 mm dan durasi >100 detik. Status tetap Siaga (Level III), namun radius bahaya diperluas menjadi 8 km dari puncak di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, serta 500 meter di sektor lainnya. Warga di lereng selatan dan tenggara diminta tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran dan lahar hujan. BERITA TERKINI
Aktivitas Erupsi dan Data Pemantauan: Semeru Erupsi Malam Ini, 41 Kali Sepekan!
PVMBG melaporkan bahwa aktivitas erupsi Semeru meningkat tajam sejak akhir Januari. Dalam periode 26 Januari–2 Februari 2026 tercatat:
41 kali erupsi (rata-rata 5–6 kali per hari)
7 erupsi eksplosif dengan kolom abu >1 km
28 guguran lava pijar dengan jarak luncur 1–3 km ke Besuk Kobokan
112 kali gempa vulkanik dalam (VA), 89 kali gempa vulkanik dangkal (VB), dan 45 kali gempa embusan
Ketinggian kolom abu malam ini mencapai 1.500 meter di atas puncak (sekitar 5.676 m dpl), berwarna kelabu tebal dan condong ke tenggara. Suara dentuman keras terdengar hingga radius 10–15 km di sekitar Gunung Semeru, terutama di Lumajang dan Malang bagian selatan. Cuaca cerah malam ini membuat lontaran lava pijar terlihat jelas dari pos pengamatan Gunung Sawur dan Argosari.
Dampak terhadap Masyarakat dan Evakuasi: Semeru Erupsi Malam Ini, 41 Kali Sepekan!
Banjir lahar hujan belum tercatat signifikan malam ini karena hujan tidak terlalu lebat, namun potensi tetap tinggi jika curah hujan meningkat. Abu vulkanik tipis turun di beberapa desa di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo (Lumajang) serta Ngadas dan Sumberwringin (Malang), menyebabkan gangguan pernapasan ringan pada warga yang memiliki riwayat asma. Masker kain dan N95 mulai dibagikan massal di posko-posko desa.
Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Malang telah menyiapkan 28 posko pengungsian di titik aman. Hingga pagi 3 Februari, sekitar 1.200 jiwa dari 12 desa rawan masih mengungsi mandiri di rumah saudara atau balai desa. Akses jalan utama Lumajang–Malang melalui Pronojiwo sempat terhambat beberapa jam akibat abu tebal dan material longsor kecil, namun sudah dibuka kembali pukul 06.30 WIB setelah dibersihkan alat berat.
Rekomendasi PVMBG dan Langkah Antisipasi
PVMBG mempertahankan status Siaga (Level III) dan memperluas radius bahaya:
8 km dari puncak di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat
3 km di sektor lainnya untuk potensi lontaran batu pijar
Masyarakat diminta:
Tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 8 km dari puncak di sektor tenggara.
Waspada terhadap lahar hujan jika hujan lebat terjadi di puncak Semeru.
Menggunakan masker saat berada di luar ruangan jika abu vulkanik turun.
Pantau informasi resmi melalui aplikasi Magma Indonesia dan akun @PVMBG_Indonesia.
Pemkab Lumajang dan Malang menyiapkan 12 unit truk tangki air dan masker cadangan untuk distribusi darurat. Posko utama dibuka di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo.
Kesimpulan
Erupsi Semeru yang mencapai 41 kali dalam seminggu terakhir menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih sangat tinggi. Meski belum ada korban jiwa tambahan, potensi awan panas guguran dan lahar hujan tetap menjadi ancaman serius bagi warga di lereng tenggara. Respons cepat BPBD, TNI-Polri, dan PVMBG sudah terlihat, namun kewaspadaan warga dan pemerintah daerah harus terus ditingkatkan. Semoga erupsi segera mereda dan tidak menimbulkan korban lebih lanjut. Gunung Semeru memang indah, tapi juga mengingatkan kita betapa pentingnya hidup berdampingan dengan alam secara bijak. Tetap waspada dan saling jaga, warga Lumajang dan Malang!