Rusia Serang Kharkiv, 5 Warga Sipil Tewas

Rusia Serang Kharkiv, 5 Warga Sipil Tewas

Rusia Serang Kharkiv, 5 Warga Sipil Tewas. Serangan Rusia terhadap kota Kharkiv kembali menelan korban jiwa sipil. Pada malam hingga dini hari 9–10 Februari 2026, rudal dan drone menghantam beberapa titik di Kharkiv, menyebabkan setidaknya lima warga sipil tewas dan lebih dari dua puluh orang terluka. Ledakan terdengar di berbagai distrik, termasuk area pemukiman, pasar, dan infrastruktur sipil. Gubernur Kharkiv Oblast, Oleh Syniehubov, menyatakan bahwa serangan ini sengaja menyasar kawasan berpenduduk padat, memperburuk krisis kemanusiaan di kota terbesar kedua Ukraina. Di tengah perang yang sudah memasuki tahun kelima, Kharkiv terus menjadi salah satu target utama, dan insiden terbaru ini menambah daftar panjang korban sipil di wilayah timur laut negara tersebut. Mari kita simak kronologi dan dampaknya. INFO CASINO

Kronologi Serangan dan Detail Korban: Rusia Serang Kharkiv, 5 Warga Sipil Tewas

Serangan dimulai sekitar pukul 22.00 waktu setempat pada 9 Februari, ketika sistem peringatan udara berbunyi di seluruh Kharkiv Oblast. Beberapa rudal balistik dan drone kamikaze melintas masuk, melewati pertahanan udara Ukraina. Ledakan pertama terdengar di distrik Shevchenkivskyi, diikuti serangan lanjutan di Kyivskyi dan Industrialnyi. Salah satu rudal menghantam sebuah blok apartemen lima lantai, menyebabkan runtuhnya sebagian bangunan dan kebakaran hebat.
Menurut laporan resmi, lima korban tewas adalah warga sipil: tiga perempuan dan dua laki-laki, termasuk seorang lansia berusia 78 tahun. Lebih dari 25 orang terluka, di antaranya anak-anak dan lansia yang harus dievakuasi ke rumah sakit dengan luka bakar, pecahan serpihan, dan trauma benturan. Tim penyelamat bekerja hingga pagi hari untuk mengeluarkan korban dari reruntuhan, dengan bantuan anjing pelacak dan alat berat.
Otoritas setempat menyatakan bahwa serangan ini tidak menargetkan instalasi militer secara langsung, melainkan kawasan pemukiman dan infrastruktur sipil seperti gardu listrik kecil dan jaringan pipa air. Akibatnya, sebagian wilayah Kharkiv mengalami pemadaman listrik sementara dan gangguan pasokan air bersih. Walikota Kharkiv, Ihor Terekhov, menyebut insiden ini sebagai “serangan teroris yang disengaja terhadap warga sipil”.

Situasi Kemanusiaan di Kharkiv Pasca-Serangan: Rusia Serang Kharkiv, 5 Warga Sipil Tewas

Kharkiv, yang berjarak hanya sekitar 30 kilometer dari perbatasan Rusia, sudah mengalami serangan berulang sejak awal invasi Februari 2022. Kota ini sering menjadi sasaran rudal S-300, Iskander, dan drone Shahed buatan Iran yang digunakan Rusia. Meski sebagian penduduk telah mengungsi sejak tahun pertama perang, ratusan ribu warga masih bertahan, termasuk keluarga dengan anak kecil dan lansia yang tidak memiliki tempat tujuan.
Pasca-serangan malam itu, banyak warga terpaksa meninggalkan rumah karena kerusakan parah dan ketakutan akan serangan lanjutan. Posko bantuan didirikan di beberapa titik kota, menyediakan makanan, selimut, dan pemeriksaan kesehatan darurat. Rumah sakit utama seperti Rumah Sakit Regional Kharkiv kewalahan menangani korban luka, sementara stok obat-obatan dan darah semakin menipis.
Situasi diperburuk oleh cuaca dingin di musim dingin, yang membuat pengungsi sementara kesulitan bertahan di tenda atau bangunan rusak. Organisasi kemanusiaan lokal melaporkan bahwa banyak keluarga kehilangan dokumen penting, pakaian hangat, dan barang kebutuhan dasar akibat kebakaran dan runtuhan.

Reaksi dan Konteks Lebih Luas

Pemerintah Ukraina langsung mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional. Presiden Volodymyr Zelenskyy menyebutnya sebagai bukti bahwa Rusia terus menargetkan warga sipil untuk menimbulkan ketakutan dan memaksa Ukraina menyerah. Kyiv mendesak mitra internasional untuk mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara tambahan, terutama Patriot dan NASAMS, agar kota-kota seperti Kharkiv bisa lebih terlindungi.
Di sisi lain, Moskow belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan malam itu. Namun, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia sering menyebut operasi semacam ini sebagai “pukulan terhadap fasilitas militer dan pusat pengambilan keputusan” di Ukraina. Klaim tersebut kerap bertentangan dengan bukti di lapangan yang menunjukkan kerusakan pada target sipil.
Serangan ini terjadi di tengah pembicaraan damai yang masih berlangsung, termasuk pertukaran tawanan baru-baru ini. Meski ada kemajuan kecil di bidang kemanusiaan, insiden seperti ini menunjukkan betapa rapuhnya upaya diplomasi ketika kekerasan masih berlanjut di lapangan.

Kesimpulan

Serangan Rusia di Kharkiv yang menewaskan lima warga sipil menjadi pengingat pahit bahwa perang belum menunjukkan tanda-tanda mereda bagi penduduk sipil. Di tengah upaya diplomasi yang masih berjalan lambat, kota-kota seperti Kharkiv terus membayar harga mahal dengan nyawa dan rumah warganya. Perlindungan warga sipil, akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta tekanan internasional yang lebih kuat untuk menghentikan serangan terhadap pemukiman menjadi kebutuhan mendesak. Sampai gencatan senjata nyata tercapai, Kharkiv dan wilayah timur Ukraina lainnya akan terus hidup dalam ancaman rudal dan drone setiap malam. Semoga korban yang jatuh menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa perdamaian adalah satu-satunya jalan keluar yang manusiawi.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *