Rusia Serang Drone ke Odesa Ukraina, 3 Tewas

Rusia Serang Drone ke Odesa Ukraina, 3 Tewas

Rusia Serang Drone ke Odesa Ukraina, 3 Tewas. Serangan drone Rusia kembali menyasar kota pelabuhan Odesa, Ukraina selatan, pada malam Kamis hingga Jumat dini hari, 30–31 Januari 2026. Setidaknya tiga warga sipil tewas dan belasan lainnya luka-luka akibat ledakan yang menghantam kawasan pemukiman dan infrastruktur sipil. Serangan ini merupakan bagian dari gelombang intensif drone Shahed dan rudal jelajah yang diluncurkan Rusia sejak akhir Januari, menargetkan infrastruktur energi dan pelabuhan ekspor Ukraina. Odesa, yang menjadi salah satu jalur utama ekspor biji-bijian dan komoditas lainnya, kembali menjadi sasaran utama. Serangan malam itu memicu pemadaman listrik parsial di beberapa distrik dan membuat warga terpaksa berlindung di basement serta tempat perlindungan darurat hingga pagi hari. BERITA TERKINI

 

Detail Serangan dan Dampak Langsung: Rusia Serang Drone ke Odesa Ukraina, 3 Tewas

Menurut laporan otoritas setempat, Rusia meluncurkan puluhan drone Shahed-136/131 dari arah Laut Hitam dan wilayah Krimea yang diduduki. Sistem pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh sebagian besar drone, tapi beberapa berhasil menembus dan meledak di kawasan pemukiman pusat Odesa serta dekat pelabuhan komersial. Ledakan terbesar terjadi sekitar pukul 02.30 waktu setempat, menghancurkan sebuah blok apartemen lima lantai di distrik Primorsky. Tiga korban tewas adalah dua perempuan lanjut usia dan seorang pria berusia 42 tahun yang tertimpa reruntuhan. Lebih dari 15 orang luka-luka, sebagian besar akibat pecahan kaca dan trauma ledakan.

Infrastruktur energi juga terdampak: sebuah gardu listrik di pinggiran kota rusak parah, menyebabkan pemadaman bergilir di beberapa wilayah hingga pagi hari. Pelabuhan Odesa sempat ditutup sementara untuk kapal kargo, meski lalu lintas biji-bijian melalui koridor kemanusiaan Laut Hitam tetap berjalan dengan pengawalan ketat. Gubernur Odesa Oleh Kiper mengatakan serangan ini sengaja menyasar warga sipil dan infrastruktur vital untuk melemahkan ekonomi Ukraina menjelang musim semi.

Respons Ukraina dan Situasi Militer: Rusia Serang Drone ke Odesa Ukraina, 3 Tewas

Pasukan udara Ukraina melaporkan berhasil menembak jatuh 18 dari 22 drone yang diluncurkan Rusia malam itu. Sistem pertahanan Patriot dan NASAMS bekerja intensif, tapi beberapa drone lolos karena taktik swarm dan penggunaan decoy. Presiden Volodymyr Zelenskyy langsung mengutuk serangan tersebut melalui pernyataan resmi pagi harinya, menyebutnya sebagai “terorisme terbuka terhadap warga sipil” dan menyerukan tambahan sistem pertahanan udara dari mitra Barat.
Di lapangan, tim SAR gabungan dari Dinas Darurat Negara dan relawan bekerja hingga subuh untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan. Beberapa keluarga kehilangan tempat tinggal dan dipindahkan ke pusat pengungsian sementara di sekolah serta gedung pemerintah. Odesa juga memberlakukan jam malam lebih ketat dan mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.

Kesimpulan

Serangan drone Rusia ke Odesa yang menewaskan tiga warga sipil dan melukai belasan lainnya kembali menegaskan betapa rentannya kota-kota Ukraina selatan terhadap serangan udara musim dingin ini. Odesa, yang strategis sebagai pintu ekspor dan simbol ketahanan Ukraina, terus menjadi target prioritas Moskow untuk melemahkan ekonomi dan moral perlawanan. Meski pertahanan udara Ukraina terus menunjukkan kemampuan menangkis sebagian besar ancaman, keberhasilan beberapa drone mencapai sasaran sipil menunjukkan perlunya dukungan internasional yang lebih cepat dan masif, terutama sistem anti-drone dan rudal tambahan. Bagi warga Odesa, malam itu adalah pengingat pahit bahwa perang belum usai—dan setiap serangan baru membawa korban baru. Dunia terus menyaksikan, tapi bagi mereka yang tinggal di bawah sirene dan ledakan, harapan terletak pada pertahanan yang lebih kuat dan akhir yang lebih cepat dari konflik ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *