Hujan Petir di Banjarmasin hingga Tanahlaut

Hujan Petir di Banjarmasin hingga Tanahlaut

Hujan Petir di Banjarmasin hingga Tanahlaut. Wilayah Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Laut, kembali dilanda cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang sejak akhir pekan lalu hingga awal Februari 2026. BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin mencatat intensitas hujan yang signifikan, dengan curah hujan mencapai lebih dari 100 mm dalam beberapa jam di titik-titik tertentu. Fenomena ini dipicu oleh kombinasi Monsun Asia yang masih aktif, gelombang ekuator Rossby, serta konveksi lokal yang kuat akibat suhu permukaan laut yang hangat. Akibatnya, banjir genangan muncul di banyak kawasan perkotaan dan pedesaan, sementara petir menyambar berulang kali menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Peringatan dini terus dikeluarkan hingga 23 Februari, mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor, dan gangguan listrik. INFO CASINO

Dampak di Lapangan dan Wilayah Terdampak: Hujan Petir di Banjarmasin hingga Tanahlaut

Di Kota Banjarmasin, hujan deras sejak 19 Februari malam menyebabkan genangan air di puluhan titik, terutama di Kecamatan Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Tengah, dan Banjarmasin Utara. Jalan protokol seperti Jl. Ahmad Yani, Jl. Pangeran Antasari, dan kawasan Pasar Lama sempat terendam hingga 30–50 cm, mengganggu lalu lintas dan aktivitas ekonomi. Beberapa rumah warga di daerah rendah seperti Kelurahan Kertak Baru dan Basirih terendam, memaksa puluhan keluarga mengungsi sementara ke posko terdekat. Di Kabupaten Tanah Laut, dampak lebih parah di Kecamatan Pelaihari, Jorong, dan Kurau, di mana banjir bandang susulan terjadi akibat luapan sungai kecil dan drainase tersumbat. Petir menyambar beberapa kali, menyebabkan pohon tumbang dan kabel listrik putus di beberapa desa, sehingga ribuan rumah mengalami pemadaman listrik hingga pagi hari. Hingga 21 Februari pagi, genangan di Tanahlaut mulai surut di sebagian wilayah, tapi hujan sporadis masih berpotensi memperburuk kondisi di lereng bukit dan daerah aliran sungai.

Penyebab Cuaca dan Imbauan Mitigasi: Hujan Petir di Banjarmasin hingga Tanahlaut

Cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh Madden-Julian Oscillation (MJO) fase aktif di wilayah Indonesia bagian barat, ditambah angin monsun baratan yang membawa uap air melimpah. BMKG memprediksi potensi hujan sedang-lebat disertai kilat/petir dan angin kencang singkat masih berlangsung hingga akhir Februari, terutama pada sore hingga malam hari. Di Banjarmasin dan Tanahlaut, curah hujan harian bisa mencapai 50–150 mm, dengan kecepatan angin hingga 25–35 km/jam saat petir muncul. Pemerintah daerah melalui BPBD setempat telah menetapkan status siaga dan membuka posko pengungsian. Masyarakat diimbau menghindari sungai dan lereng saat hujan deras, memastikan saluran air rumah tidak tersumbat, serta tidak berlindung di bawah pohon atau tiang listrik saat petir menyambar. PLN dan pemda juga mempercepat pemulihan listrik serta distribusi logistik bagi warga terdampak. Koordinasi dengan BMKG terus ditingkatkan agar informasi dini sampai tepat waktu.

Kesimpulan

Hujan petir yang melanda Banjarmasin hingga Tanahlaut menunjukkan betapa dinamisnya cuaca di musim transisi ini. Meski genangan dan gangguan mulai mereda di beberapa titik, potensi hujan lebat masih tinggi hingga akhir bulan. Kunci utamanya adalah kewaspadaan kolektif: pantau prakiraan cuaca setiap hari, siapkan langkah pencegahan di rumah, dan saling bantu tetangga yang kesulitan. Dengan respons cepat dari pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat, dampak cuaca ekstrem ini bisa diminimalkan. Semoga hujan yang turun membawa berkah tanpa meninggalkan kerugian besar. Tetap semangat menghadapi hari-hari berawan ini, dan jaga kesehatan di tengah udara lembap yang tinggi.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *