Cuaca Ekstrim di Jakarta Diprediksi Sampai Awal Febuari. Cuaca ekstrem yang melanda Jakarta sejak pertengahan Januari 2026 diprediksi masih berlangsung hingga awal Februari mendatang, dengan intensitas hujan lebat, angin kencang, dan potensi banjir rob yang lebih tinggi dari biasanya. Badan Meteorologi dan Geofisika menyatakan bahwa pola La Niña yang masih aktif ditambah pengaruh angin monsun baratan menyebabkan curah hujan di Jabodetabek meningkat signifikan, sehingga warga diminta tetap waspada terhadap genangan, longsor kecil di perbukitan, dan gangguan aktivitas harian. Prediksi ini langsung menjadi perhatian besar karena sudah ada beberapa titik banjir di Jakarta Utara dan Barat yang belum sepenuhnya surut. MAKNA LAGU
Penyebab dan Pola Cuaca Ekstrem Saat Ini: Cuaca Ekstrim di Jakarta Diprediksi Sampai Awal Febuari
Cuaca ekstrem di Jakarta dipicu oleh kombinasi beberapa faktor alam yang saling memperkuat. Monsun Asia yang membawa massa udara basah dari Laut China Selatan bertemu dengan udara hangat lembab lokal, sehingga membentuk awan cumulonimbus yang sangat aktif dan menghasilkan hujan deras dalam waktu singkat. Selain itu, fenomena La Niña moderat yang masih berlangsung hingga awal tahun ini membuat pola hujan menjadi lebih tidak teratur dan intens. Data pengamatan menunjukkan curah hujan harian di beberapa titik ibu kota sudah mencapai 150–200 mm dalam 24 jam, jauh di atas normal Januari yang rata-rata hanya 200–300 mm sebulan. Angin kencang dengan kecepatan 30–50 km per jam juga sering menyertai hujan, menyebabkan pohon tumbang, reklame roboh, dan gangguan listrik di beberapa wilayah. Pola ini diprediksi bertahan hingga 10 Februari karena monsun belum bergeser sepenuhnya ke selatan, sehingga warga harus siap menghadapi hujan lebat hampir setiap hari dengan durasi 2–6 jam.
Dampak terhadap Masyarakat dan Infrastruktur Kota: Cuaca Ekstrim di Jakarta Diprediksi Sampai Awal Febuari
Hujan ekstrem yang berkepanjangan sudah menimbulkan dampak nyata di berbagai penjuru Jakarta. Banjir rob di kawasan pesisir utara semakin sering terjadi karena kombinasi hujan deras dan pasang tinggi, membuat beberapa ruas jalan utama seperti Pantai Indah Kapuk dan Muara Karang terendam hingga 50–70 cm. Di Jakarta Selatan dan Timur, genangan air di jalan protokol sering mencapai lutut orang dewasa, menyebabkan kemacetan parah dan gangguan transportasi umum. Beberapa titik rawan longsor di perbukitan Jagakarsa dan Cipayung juga dilaporkan mengalami pergerakan tanah kecil yang mengancam rumah warga. Infrastruktur kota seperti drainase tersumbat sampah dan sedimentasi membuat air sulit surut cepat, sehingga banyak rumah di permukiman padat mengalami rembesan atau genangan dalam rumah. Aktivitas ekonomi terganggu karena pedagang kaki lima sepi pembeli, sekolah beberapa hari mengadakan pembelajaran daring, dan rumah sakit melaporkan peningkatan pasien akibat kecelakaan akibat jalan licin serta penyakit akibat air kotor seperti diare dan infeksi kulit. Petugas gabungan dari pemerintah kota dan relawan terus bekerja membersihkan saluran air dan mendistribusikan bantuan logistik ke warga terdampak.
Langkah Antisipasi dan Saran untuk Warga
Pemerintah kota telah mengaktifkan posko siaga banjir 24 jam di setiap kelurahan, menyiapkan pompa tambahan di titik rawan, dan membersihkan saluran air secara intensif meski hujan terus turun. Tim tanggap darurat juga ditempatkan di lokasi-lokasi yang sering terendam untuk membantu evakuasi dan distribusi makanan serta obat-obatan. Warga diminta untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama plastik dan limbah rumah tangga yang sering menyumbat drainase, serta menjaga kebersihan lingkungan agar aliran air tidak terhambat. Bagi yang tinggal di daerah rendah, disarankan menyiapkan barang penting di tempat tinggi, memantau informasi cuaca melalui aplikasi resmi, dan menghindari melintas di genangan dalam karena risiko arus kuat dan kabel listrik putus. Sekolah dan kantor juga diimbau untuk fleksibel dengan jam kerja atau pembelajaran daring jika hujan ekstrem kembali terjadi.
Kesimpulan
Cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga awal Februari menjadi tantangan besar bagi Jakarta, dengan risiko banjir, genangan, dan gangguan aktivitas sehari-hari yang semakin nyata. Kombinasi monsun dan La Niña membuat hujan lebat hampir setiap hari, sehingga kesiapsiagaan warga dan pemerintah kota harus tetap maksimal. Pembersihan drainase, distribusi bantuan, dan edukasi masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan dampak. Semoga setelah awal Februari cuaca mulai stabil, tapi untuk saat ini, tetap waspada dan saling bantu adalah sikap terbaik menghadapi kondisi ini.