Gerhana Matahari Cincin Terjadi 17 Februari. Gerhana Matahari Cincin terjadi pada Senin, 17 Februari 2025, dan menjadi salah satu fenomena astronomi paling menarik tahun ini. Gerhana ini termasuk jenis annular (cincin) karena Bulan berada pada jarak terjauh dari Bumi (apogee), sehingga tidak sepenuhnya menutupi Matahari dan meninggalkan cincin cahaya terang di sekitar tepi Bulan. Jalur cincin (annularity) melintasi beberapa negara di Samudra Pasifik selatan, termasuk Selandia Baru (bagian selatan), Fiji, Vanuatu, dan Papua Nugini. Di Indonesia, fenomena ini hanya teramati sebagai gerhana matahari sebagian (partial eclipse) dengan magnitudo maksimum sekitar 0,65–0,85 di wilayah timur Indonesia. Meski tidak total, pemandangan ini tetap spektakuler dan aman jika diamati dengan filter khusus. INFO CASINO
Jalur dan Waktu Gerhana di Indonesia: Gerhana Matahari Cincin Terjadi 17 Februari
Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2025 dimulai secara global pukul 15.42 UTC (22.42 WIB) dan berakhir pukul 20.39 UTC (03.39 WIB 18 Februari). Jalur cincin utama berada di Samudra Pasifik selatan dan tidak melewati daratan Indonesia. Namun hampir seluruh wilayah Indonesia dapat menyaksikan gerhana sebagian, dengan durasi dan magnitudo berbeda-beda.
Wilayah timur Indonesia (Papua, Maluku, Sulawesi Utara, Maluku Utara) mengalami gerhana paling signifikan dengan magnitudo 0,75–0,85. Di Jayapura, gerhana mulai pukul 00.15 WIT (17 Februari), puncak pukul 01.45 WIT, dan berakhir pukul 03.10 WIT.
Di Manado dan Ternate, magnitudo mencapai 0,70–0,78 dengan durasi sekitar 2 jam 30 menit.
Di wilayah tengah (Makassar, Palu, Gorontalo) magnitudo 0,50–0,65.
Di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara magnitudo hanya 0,20–0,45, sehingga gerhana terlihat sangat tipis.
BMKG melalui Stasiun Geofisika dan Planetarium menyediakan live streaming dan pengamatan langsung di beberapa titik, termasuk Planetarium Jakarta dan Observatorium Bosscha Lembang. Ribuan warga antusias mengikuti pengamatan dengan kacamata solar atau proyeksi pinhole untuk menghindari kerusakan mata.
Pengamatan dan Dampak di Indonesia: Gerhana Matahari Cincin Terjadi 17 Februari
Meskipun tidak masuk jalur cincin, gerhana sebagian di Indonesia tetap menarik karena langit cerah di banyak wilayah timur pada malam itu. Komunitas astronomi amatir di Papua dan Maluku Utara melaporkan pemandangan “matahari berbentuk sabit” yang jelas dengan bantuan filter ND atau kacamata eclipse. Di Jawa dan Sumatera, pengamatan lebih sulit karena awan dan posisi Matahari yang rendah di ufuk barat.
Fenomena ini tidak menyebabkan gangguan signifikan pada cuaca atau aktivitas sehari-hari. Namun BMKG mengingatkan agar masyarakat tidak melihat langsung Matahari tanpa pelindung mata yang sesuai (ISO 12312-2), karena paparan sinar ultraviolet dapat menyebabkan kerusakan retina permanen. Sekolah-sekolah dan komunitas di wilayah timur Indonesia banyak menggelar kegiatan edukasi sederhana tentang gerhana, termasuk pembuatan proyektor kotak dan pengamatan kolektif.
Kesimpulan
Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2025 menjadi pengingat indah akan keajaiban alam yang dapat diamati dari Indonesia, meskipun hanya dalam bentuk gerhana sebagian. Dengan magnitudo tertinggi di wilayah timur Tanah Air, fenomena ini berhasil memikat ribuan pengamat dan menjadi bahan edukasi astronomi yang menyenangkan. BMKG dan komunitas astronomi lokal berperan besar dalam menyediakan informasi akurat serta alat pengamatan aman. Di tengah kesibukan sehari-hari, momen seperti ini mengajak kita sejenak menatap langit dan menghargai kebesaran alam semesta. Semoga gerhana berikutnya—terutama yang total pada 2026–2027—bisa dinikmati lebih banyak lagi masyarakat Indonesia dengan langit cerah dan kondisi optimal. Hingga saat itu, mari terus menjaga rasa ingin tahu terhadap alam dan ilmu pengetahuan.