Gelombang Tinggi 4 Meter di Selatan Jawa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di Samudra Hindia selatan Jawa, dengan potensi mencapai 4 meter pada periode 12–15 Februari 2026. Kondisi ini dipicu oleh pola angin kencang dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan hingga 30 knot, ditambah pengaruh Monsun Asia yang masih aktif. Wilayah perairan selatan Jawa, mulai dari Banten hingga Jawa Timur, termasuk Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, menjadi zona rawan. Gelombang tinggi ini mengancam keselamatan pelayaran, nelayan, dan aktivitas wisata bahari, terutama bagi kapal kecil dan perahu tradisional. INFO CASINO
Penyebab dan Pola Gelombang Tinggi: Gelombang Tinggi 4 Meter di Selatan Jawa
Peningkatan gelombang di selatan Jawa disebabkan oleh kombinasi angin kuat dan kondisi sinoptik regional. Di wilayah selatan Indonesia, angin dominan bergerak dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan 6–30 knot, sementara di utara lebih ringan 5–20 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, Laut Flores, Laut Banda, dan Samudra Pasifik utara Maluku. Hal ini menciptakan peningkatan signifikan pada tinggi gelombang signifikan.
BMKG membagi kategori: gelombang sedang (1,25–2,5 meter) meluas di banyak perairan, termasuk Selat Malaka utara, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, serta selatan Jawa secara keseluruhan. Gelombang tinggi (2,5–4 meter) berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa, terutama di area terbuka Samudra Hindia yang langsung berhadapan dengan angin monsun. Di perairan Samudra Hindia selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur, prakiraan menunjukkan gelombang bisa mencapai 2,1–2,5 meter dengan hembusan angin hingga 22 knot, tapi potensi naik ke 4 meter di zona terbuka.
Periode ini berlaku mulai 12 Februari pukul 07.00 WIB hingga 15 Februari pukul 07.00 WIB atau lebih, tergantung update. Faktor tambahan seperti gelombang swell dari Samudra Hindia selatan membuat kondisi lebih berbahaya di pesisir pantai selatan Jawa.
Dampak dan Imbauan Keselamatan: Gelombang Tinggi 4 Meter di Selatan Jawa
Gelombang tinggi hingga 4 meter berisiko tinggi bagi keselamatan pelayaran, terutama kapal nelayan, tongkang, dan kapal penumpang kecil. Di pesisir selatan Jawa seperti Cilacap, Purworejo, Gunungkidul, hingga Pacitan dan Banyuwangi, ombak besar bisa menyebabkan abrasi pantai, banjir rob, dan kerusakan infrastruktur pesisir. Nelayan yang melaut di Samudra Hindia selatan Jawa berpotensi kesulitan mengendalikan perahu, sementara aktivitas wisata seperti surfing atau kapal selam di Bali dan sekitarnya juga terdampak.
BMKG mengimbau nelayan dan operator kapal kecil menunda keberangkatan jika gelombang melebihi kemampuan kapal. Masyarakat pesisir disarankan menghindari aktivitas di tepi pantai saat puncak gelombang, memantau prakiraan melalui situs maritim.bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG. Pemerintah daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sekitarnya menyiapkan posko siaga, termasuk tim SAR jika terjadi kecelakaan laut. Kewaspadaan ekstra diperlukan karena gelombang tinggi sering disertai angin kencang dan hujan lebat di daratan selatan Jawa.
Kesimpulan
Gelombang tinggi hingga 4 meter di Samudra Hindia selatan Jawa pada 12–15 Februari 2026 menjadi peringatan serius bagi pelaku maritim di wilayah tersebut. Dipicu angin monsun kuat dan kondisi sinoptik regional, potensi ini bisa mengganggu keselamatan pelayaran dan aktivitas pesisir jika tidak diantisipasi. Kunci utamanya adalah kewaspadaan dini: nelayan tunda melaut, pantau update BMKG secara rutin, dan ikuti arahan otoritas setempat. Di musim transisi seperti ini, cuaca laut bisa berubah cepat, tapi dengan informasi tepat waktu dan persiapan matang, risiko kecelakaan bisa ditekan seminimal mungkin. Masyarakat pesisir selatan Jawa tetap aman jika tetap waspada terhadap peringatan ini.