Rusia Serang Tambang Ukraina, 12 Pekerja Tewas

Rusia Serang Tambang Ukraina, 12 Pekerja Tewas

Rusia Serang Tambang Ukraina, 12 Pekerja Tewas. Serangan drone Rusia menewaskan 12 pekerja tambang di Ukraina bagian tengah-timur pada Minggu, 1 Februari 2026. Korban adalah karyawan perusahaan energi swasta terbesar di negara itu, DTEK, yang sedang dalam perjalanan pulang usai menyelesaikan shift kerja di salah satu tambang batu bara. Bus pengangkut mereka menjadi sasaran di wilayah Dnipropetrovsk, sekitar 65 kilometer dari garis depan pertempuran. Kejadian ini menambah daftar panjang serangan terhadap sektor energi dan warga sipil, meski terjadi di tengah upaya diplomasi untuk meredakan konflik. BERITA VOLI

Kronologi Serangan: Rusia Serang Tambang Ukraina, 12 Pekerja Tewas

Serangan berlangsung di dekat kota Ternivka, distrik Pavlohrad. Menurut laporan resmi, drone Rusia menghantam dekat bus komuter perusahaan saat kendaraan melaju di rute reguler dari tambang Pavlohrad. Ledakan pertama merusak bus, memecahkan kaca dan menyebabkan korban langsung. Beberapa menit kemudian, drone kedua menyusul dan mengenai warga sipil yang keluar dari bus serta orang-orang yang berusaha membantu. Api sempat berkobar di lokasi, tapi berhasil dipadamkan oleh petugas darurat. Polisi dan layanan darurat setempat menyebut ini serangan terarah terhadap target sipil tanpa nilai militer. Kepala administrasi militer regional Oleksandr Ganzha langsung mengonfirmasi melalui Telegram bahwa drone musuh bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Korban dan Dampak: Rusia Serang Tambang Ukraina, 12 Pekerja Tewas

Total 12 pekerja tambang tewas, sementara 16 lainnya mengalami luka-luka. Angka awal sempat dilaporkan lebih tinggi oleh DTEK (15 tewas), tapi kemudian direvisi sesuai data resmi. Para korban adalah warga sipil biasa yang bekerja di sektor energi penting untuk pemanasan musim dingin. Wilayah Dnipropetrovsk merupakan pusat industri batu bara Ukraina, dan serangan ini menjadi kehilangan nyawa terbesar bagi karyawan DTEK sejak invasi Rusia dimulai. Selain korban jiwa, bus rusak parah dengan kaca pecah dan badan berlubang peluru serpihan. Beberapa saksi mata menceritakan jeritan di dalam bus dan kepanikan saat ledakan berulang. Pemerintah daerah menyatakan hari berkabung di wilayah tersebut untuk mengenang para penambang.

Konteks dan Respons

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Rusia sepakat menahan serangan terhadap kota-kota besar dan infrastruktur energi selama periode cuaca dingin, atas permintaan Presiden AS Donald Trump. Namun, serangan tetap berlanjut di wilayah dekat garis depan, termasuk terhadap logistik dan transportasi. Serangan terhadap bus penambang ini dikecam sebagai tindakan sengaja terhadap warga sipil. Menteri Energi Ukraina menyebutnya serangan sinis dan teroris. Perusahaan DTEK menyatakan ini bagian dari serangan besar-besaran terhadap operasi pertambangan mereka. Uni Eropa dan PBB melalui misi pemantau hak asasi manusia mengonfirmasi korban adalah warga sipil yang sedang dalam perjalanan pulang kerja. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan serangan ini menunjukkan tanggung jawab Rusia atas eskalasi, sementara pembicaraan trilateral dengan mediator AS dijadwalkan berlanjut minggu depan.

Kesimpulan

Serangan drone yang menewaskan 12 pekerja tambang ini menjadi pengingat betapa rentannya sektor energi dan warga sipil di tengah konflik berkepanjangan. Meski upaya diplomasi terus berjalan, kejadian seperti ini menunjukkan tantangan besar menuju gencatan senjata yang berkelanjutan. Para penambang yang seharusnya bisa pulang dengan aman justru menjadi korban, sementara Ukraina tetap bergantung pada batu bara untuk bertahan di musim dingin. Dunia internasional diharapkan terus menekan agar serangan terhadap target sipil segera dihentikan, sehingga pembicaraan damai memiliki peluang lebih besar untuk berhasil. Kehidupan sehari-hari di wilayah konflik tetap penuh risiko, tapi ketahanan masyarakat Ukraina terus diuji setiap hari.
(Jumlah kata: sekitar 720)

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *