china-mengusut-2-jendral-untuk-perangi-korupsi

China Mengusut 2 Jendral Untuk Perangi Korupsi

China Mengusut 2 Jendral Untuk Perangi Korupsi. Pemerintah China mengumumkan penyelidikan terhadap dua jenderal tinggi Angkatan Bersenjata pada 24 Januari 2026 sebagai bagian dari kampanye anti-korupsi yang terus digalakkan di militer. Kedua perwira tersebut adalah jenderal bintang empat yang memegang posisi strategis di departemen logistik dan pengadaan peralatan. Langkah ini menunjukkan bahwa upaya pembersihan korupsi di Tentara Pembebasan Rakyat tidak berhenti di level menengah, melainkan menjangkau puncak hierarki. Penyelidikan dilakukan oleh Komisi Disiplin Sentral Partai Komunis dan Komisi Pengawasan Militer Pusat. Pengumuman resmi menyebutkan bahwa keduanya dicurigai melakukan pelanggaran disiplin berat dan dugaan korupsi dalam pengelolaan dana serta proyek pengadaan. Kasus ini menjadi sorotan karena menambah daftar panjang pejabat militer senior yang terseret dalam gelombang pembersihan sejak 2023. BERITA TERKINI

Profil dan Peran Kedua Jenderal: China Mengusut 2 Jendral Untuk Perangi Korupsi

Jenderal pertama yang diselidiki adalah kepala departemen logistik di Komando Pusat, bertanggung jawab atas rantai pasok, distribusi bahan bakar, dan pemeliharaan fasilitas militer di wilayah strategis. Ia dikenal memiliki pengaruh besar dalam penganggaran tahunan yang mencapai miliaran dolar. Jenderal kedua menjabat sebagai wakil direktur di departemen pengadaan peralaman, mengawasi kontrak pembelian senjata, sistem radar, dan teknologi canggih dari dalam dan luar negeri. Keduanya naik pangkat cepat dalam satu dekade terakhir dan sering muncul dalam acara resmi militer. Penyelidikan terhadap mereka menandakan bahwa korupsi tidak hanya terjadi di level operasional, tapi juga di posisi yang mengendalikan alokasi dana besar. Dugaan pelanggaran meliputi suap dari kontraktor, mark-up harga pengadaan, dan penyalahgunaan dana untuk kepentingan pribadi serta keluarga. Kedua jenderal langsung diberhentikan dari jabatan dan ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Konteks Kampanye Anti-Korupsi di Militer: China Mengusut 2 Jendral Untuk Perangi Korupsi

Kampanye anti-korupsi di militer China semakin intens sejak 2023, dengan lebih dari 50 perwira tinggi, termasuk beberapa jenderal bintang empat, sudah diselidiki atau dipecat. Fokus utama adalah departemen logistik dan pengadaan karena sektor ini rentan terhadap penyimpangan akibat volume anggaran yang sangat besar dan kerahasiaan proyek. Pimpinan tertinggi berulang kali menyatakan bahwa korupsi di militer mengancam kesiapan tempur dan modernisasi angkatan bersenjata. Penyelidikan terhadap dua jenderal ini bukan kasus terisolasi, melainkan bagian dari operasi besar yang melibatkan audit mendalam terhadap kontrak pengadaan selama lima tahun terakhir. Beberapa kontraktor swasta yang bekerja sama dengan militer juga ikut diperiksa, menunjukkan bahwa jaringan korupsi meluas ke sektor sipil. Langkah ini diharapkan mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi militer dan memastikan dana pertahanan digunakan secara efisien untuk penguatan kekuatan tempur, bukan kepentingan pribadi.

Dampak dan Pesan yang Ingin Disampaikan

Penyelidikan ini memberikan sinyal kuat bahwa tidak ada kekebalan hukum, bahkan bagi perwira paling senior sekalipun. Dampak langsung terasa di internal militer, di mana banyak pejabat lain kini lebih hati-hati dalam mengelola anggaran dan kontrak. Publik China menyambut positif karena kampanye ini sejalan dengan janji kepemimpinan untuk membangun militer yang bersih dan profesional. Di sisi lain, kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa dalam masalah korupsi telah merasuk di sistem pengadaan militer. Pemerintah menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara transparan sesuai prosedur internal partai dan militer, dengan hasil akhir yang diumumkan jika sudah final. Langkah ini juga memperkuat narasi bahwa China serius menjaga integritas institusi negara di tengah persaingan geopolitik yang ketat. Jika terbukti bersalah, kedua jenderal bisa menghadapi hukuman berat, termasuk penjara seumur hidup atau hukuman mati dalam kasus korupsi skala besar.

Kesimpulan

China terus menunjukkan komitmen kuat dalam memerangi korupsi di militer dengan mengusut dua jenderal tinggi yang memegang posisi kunci di logistik dan pengadaan. Penyelidikan ini menjadi bukti bahwa kampanye anti-korupsi tidak pandang bulu dan mencapai level paling atas. Langkah tersebut diharapkan membersihkan sistem, meningkatkan efisiensi anggaran pertahanan, dan memperkuat kesiapan tempur angkatan bersenjata. Meski proses masih berlangsung, pengumuman ini sudah memberikan pesan tegas bahwa integritas tetap menjadi prioritas utama. Di tengah upaya modernisasi militer yang masif, pembersihan internal seperti ini menjadi syarat mutlak agar kekuatan bersenjata benar-benar tangguh dan dapat diandalkan. Masyarakat menantikan kelanjutan kasus ini sebagai indikator seberapa jauh reformasi anti-korupsi akan berjalan di institusi militer China.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *