Jakarta Telah Diprediksi Akan Hujan Selama 8 Jam. Hujan ekstrem diprediksi melanda Jakarta mulai pukul 20.00 WIB Kamis hingga 04.00 WIB Jumat. BMKG menyebut sistem konvergensi dan massa udara basah dari Laut Jawa menjadi pemicu utama. Intensitas hujan diproyeksikan mencapai level sangat lebat di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, dengan potensi 200 mm lebih dalam enam jam. Kawasan seperti Tanjung Priok, Pluit, Cengkareng, Kebon Jeruk, dan sekitar Kali Item serta Kali Grogol berisiko tinggi banjir dan genangan. Prediksi ini datang setelah banjir sporadis yang sudah terjadi sejak Selasa malam, membuat warga dan pemerintah daerah semakin siaga. BPBD DKI Jakarta sudah mengeluarkan peringatan dini dan menyiapkan pompa serta posko siaga di 10 titik rawan. MAKNA LAGU
Prakiraan Detail dan Zona Rawan: Jakarta Telah Diprediksi Akan Hujan Selama 8 Jam
Menurut analisis BMKG, hujan akan dimulai dari selatan Jakarta sekitar pukul 18.00–20.00 WIB dengan intensitas sedang, kemudian meningkat menjadi lebat hingga sangat lebat setelah pukul 22.00 WIB. Jakarta Utara dan Jakarta Barat diprediksi menerima curah hujan tertinggi karena posisinya yang rendah dan dekat dengan laut. Kawasan seperti Muara Karang, Pluit, Penjaringan, Cengkareng, Grogol, dan Kebon Jeruk berpotensi genangan hingga 80–120 cm di titik terendah. Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan juga tidak luput, dengan genangan diprediksi 40–70 cm di kawasan Tanah Abang, Menteng, Pancoran, dan Tebet. Hujan akan mereda mulai pukul 04.00 WIB Jumat, tapi debit air dari hulu sungai masih bisa memicu luapan hingga pagi hari. BMKG meminta masyarakat memantau update setiap dua jam karena pola awan konvektif bisa berubah cepat.
Dampak yang Diantisipasi dan Persiapan Pemerintah: Jakarta Telah Diprediksi Akan Hujan Selama 8 Jam
Genangan diprediksi akan kembali muncul di titik-titik klasik seperti Flyover Pesing, Jalan Pandjaitan, Kebon Jeruk, Cipulir, dan kawasan sekitar Stasiun Manggarai. Banjir rob juga berpotensi memperparah kondisi di Jakarta Utara jika bersamaan dengan pasang tinggi. BPBD DKI telah menyiapkan 120 unit pompa di titik rawan, 45 posko siaga, dan 2.500 personel gabungan untuk evakuasi dan distribusi bantuan. Warga diimbau memindahkan barang berharga ke tempat tinggi, menyiapkan stok makanan dan air minum, serta menghindari kawasan rawan banjir. Dishub DKI menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara beberapa ruas jika genangan mencapai 50 cm lebih. Sekolah dan kantor diimbau fleksibel pada Jumat pagi, terutama di wilayah Utara dan Barat. Beberapa rumah sakit sudah menyiapkan ruang tambahan untuk korban banjir dan penyakit akibat air kotor seperti leptospirosis.
Imbauan dan Langkah Pencegahan Masyarakat
BMKG dan pemerintah daerah mengimbau warga untuk tidak memaksakan diri melintasi genangan dalam, terutama dengan kendaraan roda dua. Masyarakat diminta tidak membuang sampah ke saluran agar drainase tidak semakin tersumbat. Warga di kawasan bantaran sungai dan kali kecil diimbau siap-siap dievakuasi jika air terus naik. Beberapa komunitas relawan sudah membuka posko pengungsian sementara di balai RW dan gedung sekolah. Orang tua disarankan menjaga anak-anak agar tidak bermain di genangan karena risiko penyakit dan kecelakaan. Di sisi lain, pemerintah daerah menegaskan bahwa pembersihan saluran akan terus dilakukan secara intensif setelah genangan surut. Prakiraan jangka pendek menunjukkan hujan masih berpotensi hingga akhir pekan, meski intensitasnya diperkirakan menurun mulai Sabtu.
Kesimpulan
Prediksi hujan selama delapan jam dengan intensitas lebat hingga sangat lebat menjadi peringatan serius bagi warga Jakarta. Genangan dan banjir hampir pasti terjadi di kawasan rawan, tapi persiapan yang sudah dilakukan pemerintah daerah dan kesadaran masyarakat bisa meminimalkan dampak. Kunci utama adalah disiplin membuang sampah, menghindari genangan, dan mengikuti arahan petugas. Semoga hujan tidak membawa kerugian besar dan genangan cepat surut setelah periode delapan jam tersebut berakhir. Warga tetap diimbau waspada dan memantau informasi cuaca secara berkala agar bisa mengantisipasi lebih baik.