Ratusan Santri di Sumedang Keracunan Makanan. Ratusan santri di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengalami dugaan keracunan makanan massal pada 19 Desember 2025. Sebanyak sekitar 149 santri, terdiri dari santri putra dan putri, menunjukkan gejala mual, muntah, diare, pusing, demam, hingga nyeri perut setelah menyantap nasi kotak pada malam sebelumnya. Kejadian ini terjadi usai acara pengajian rutin, dengan makanan berasal dari katering di wilayah Kabupaten Bandung. Beruntung, tidak ada korban jiwa, meski puluhan santri harus dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. BERITA BOLA
Kronologi Kejadian: Ratusan Santri di Sumedang Keracunan Makanan
Semua bermula pada Kamis malam, 18 Desember 2025, saat santri menyantap nasi kotak sekitar pukul 19.30 hingga 22.00 WIB setelah pengajian. Menu terdiri dari nasi putih, ayam goreng tepung, telur balado, kentang mustofa, kerupuk udang, sambal, dan mentimun. Gejala pertama muncul Jumat dini hari sekitar pukul 05.00 WIB, dengan jumlah keluhan terus bertambah hingga ratusan. Pengurus pondok langsung hubungi puskesmas setempat, dan situasi cepat ditangani dengan evakuasi medis. Polisi turun ke lokasi untuk amankan barang bukti, termasuk sampel makanan.
Penanganan Medis dan Korban: Ratusan Santri di Sumedang Keracunan Makanan
Dari total 149 santri terdampak, sekitar 61 orang dirujuk ke beberapa rumah sakit di wilayah Sumedang dan sekitarnya untuk rawat intensif. Sisanya ditangani di lingkungan pondok dengan pengawasan tenaga kesehatan dari puskesmas terdekat. Gejala umum seperti muntah dan diare menyebabkan dehidrasi, tapi kondisi mayoritas sudah stabil setelah mendapat infus dan obat. Ambulans disiagakan untuk antisipasi kebutuhan lebih lanjut, dengan sinergi antara polisi, TNI, dan pemerintah daerah memastikan proses evakuasi lancar.
Investigasi dan Penyebab Dugaan
Polisi langsung turunkan tim forensik untuk ambil sampel makanan dan muntahan santri guna pemeriksaan laboratorium. Dugaan kuat mengarah pada kontaminasi dari proses pengolahan atau penyimpanan katering, meski hasil resmi masih ditunggu. Kejadian ini ditekankan tidak terkait program makan bergizi gratis pemerintah, karena pondok tidak menerima pasokan dari sana. Investigasi mendalami penyedia katering untuk pastikan ada atau tidaknya kelalaian, sekaligus cegah kasus serupa di masa depan.
Kesimpulan
Dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri di Sumedang jadi pengingat pentingnya kehati-hatian dalam penyediaan makanan untuk acara massal. Meski penanganan cepat minimalkan dampak buruk, kejadian ini soroti perlunya standar higiene ketat pada katering dan pengawasan makanan di lembaga pendidikan. Dengan investigasi ongoing, diharapkan penyebab sebenarnya terungkap dan ada langkah preventif lebih baik. Pada akhirnya, kesehatan santri sebagai generasi muda harus jadi prioritas utama semua pihak terkait.