Kasus Flu di AS Menggila Dengan Varian Baru, Lebih Ganas. Desember 2025 menjadi awal musim flu yang mengkhawatirkan di Amerika Serikat, dengan lonjakan kasus yang didorong varian baru influenza A(H3N2) subclade K. Varian ini, yang pertama kali mendominasi di belahan bumi selatan dan menyebabkan musim flu parah di Jepang, Inggris, serta Kanada, kini menyebar cepat di hampir seluruh negara bagian AS. Data terbaru menunjukkan persentase kunjungan dokter untuk gejala flu-like illness melebihi ambang epidemi, dengan peningkatan signifikan setelah libur Thanksgiving. Meski tingkat keparahan masih tergolong rendah secara nasional, para ahli memperingatkan potensi musim berita terupdate yang lebih ganas, terutama bagi lansia dan anak-anak. Artikel ini mengulas situasi terkini, gejala yang muncul, serta langkah pencegahan yang direkomendasikan.
Lonjakan Kasus Flu dan Penyebaran Varian Subclade K
Aktivitas influenza mulai meningkat tajam sejak akhir November 2025, dengan subclade K mendominasi hingga 89% sampel virus yang dianalisis sejak September. Varian ini bermutasi sehingga sedikit berbeda dari strain yang ada di vaksin musim 2025-2026, meski vaksin masih memberikan perlindungan terhadap penyakit berat. Di minggu pertama Desember, proporsi kunjungan dokter untuk demam disertai batuk atau sakit tenggorokan mencapai 3,2%, melewati batas epidemi nasional.
Beberapa negara bagian seperti New York, New Jersey, dan Texas melaporkan kenaikan rawat inap lebih awal dari biasanya, terutama pada kelompok usia lanjut. Musim liburan dengan pertemuan keluarga dan perjalanan menjadi pemicu utama penyebaran, mirip pola di Jepang yang sempat menyatakan epidemi flu dini. Meski belum mencapai puncak, tren wastewater menunjukkan konsentrasi virus flu A terus naik secara nasional.
Gejala dan Dampak Kesehatan yang Lebih Ganas
Subclade K dikenal menyebabkan gejala lebih intens dibanding varian sebelumnya, termasuk demam tinggi mendadak, batuk kering parah, nyeri otot hebat, kelelahan ekstrem, serta sakit kepala dan tenggorokan. Banyak pasien melaporkan sesak napas dan komplikasi pernapasan yang lebih cepat muncul, terutama pada orang dengan kondisi penyerta.
Musim ini mencatat kematian anak pertama akibat flu, dan rawat inap kumulatif mencapai ribuan kasus. H3N2 secara historis lebih berat pada lansia, dengan risiko hospitalisasi lebih tinggi. Meski angka kematian masih rendah, ahli khawatir libur akhir tahun akan memperburuk situasi, mirip gelombang parah di Inggris yang disebut salah satu musim terburuk.
Langkah Pencegahan Flu dan Rekomendasi Ahli
Vaksin flu tetap menjadi senjata utama, meski kecocokan dengan subclade K tidak sempurna—data awal dari Inggris menunjukkan vaksin masih mengurangi risiko rawat inap hingga 75% pada anak-anak. Para ahli menekankan segera divaksinasi, terutama sebelum pertemuan keluarga Natal dan Tahun Baru.
Langkah lain termasuk cuci tangan rutin, pakai masker di tempat ramai, hindari kontak dengan orang sakit, serta istirahat di rumah jika bergejala. Obat antiviral seperti Tamiflu efektif jika diberikan dini. Bagi kelompok rentan, konsultasi dokter segera direkomendasikan untuk pantau gejala.
Kesimpulan
Lonjakan flu akibat varian subclade K di akhir 2025 menandai potensi musim yang lebih berat di AS, dengan penyebaran cepat didorong mobilitas liburan. Meski vaksin tidak match sempurna, ia tetap beri perlindungan signifikan terhadap komplikasi parah. Situasi ini ingatkan pentingnya kewaspadaan kolektif: vaksinasi massal, higiene baik, dan respons cepat bisa kurangi dampak. Di tengah musim dingin, jaga kesehatan diri dan keluarga jadi prioritas utama agar liburan tetap menyenangkan tanpa gangguan flu ganas ini.