Paus Leo Memimpin Misa Malam Natal. Paus Leo XIV memimpin Misa Malam Natal pertamanya di Basilika Santo Petrus, Vatikan, pada 24 Desember 2025 malam waktu setempat. Ini menjadi momen bersejarah karena merupakan perayaan Natal perdana bagi Paus asal Amerika Serikat yang terpilih pada Mei 2025. Ribuan umat memadati basilika, sementara sekitar 5.000 orang lain mengikuti melalui layar besar di Lapangan Santo Petrus meski diguyur hujan deras. Sebelum misa dimulai, Paus Leo menyapa kerumunan di luar, menyampaikan ucapan selamat Natal dan terima kasih atas kehadiran mereka. Dalam homilinya, ia menekankan bahwa menolak membantu orang miskin dan orang asing sama artinya dengan menolak Tuhan sendiri, sejalan dengan tema kepedulian terhadap kaum marginal yang menjadi fokus awal kepausannya. BERITA BOLA
Suasana dan Jalannya Misa: Paus Leo Memimpin Misa Malam Natal
Misa dimulai dengan prosesi khidmat, diiringi himne Natal tradisional. Paus Leo XIV, yang berusia 70 tahun, tampak sehat dan penuh semangat saat memasuki basilika. Ia menghormati patung Bayi Yesus dengan dupa, simbol kelahiran Kristus yang sederhana di palungan. Sekitar 6.000 umat di dalam basilika ikut serta dalam doa dan nyanyian, menciptakan suasana haru dan damai. Di luar, meski hujan deras mengguyur, ribuan orang tetap bertahan untuk menyaksikan misa melalui layar. Paus Leo keluar sebentar sebelum misa untuk menyapa mereka, mengagumi keberanian hadir di tengah cuaca buruk. Perayaan ini juga menandai akhir Tahun Yubileum 2025, dengan penutupan Pintu Suci yang dijadwalkan pada awal Januari mendatang.
Isi Homili Paus Leo: Paus Leo Memimpin Misa Malam Natal
Dalam khotbahnya, Paus Leo mengajak umat merenungkan kebijaksanaan Natal. Ia menyatakan bahwa Tuhan tidak memberikan solusi pintar untuk setiap masalah, melainkan kisah cinta yang melibatkan semua orang melalui kelahiran Anak Yesus. “Di Bumi, tidak ada tempat bagi Tuhan jika tidak ada tempat bagi manusia,” katanya, mengutip pendahulunya. Paus menyoroti ekonomi yang terdistorsi sering memperlakukan manusia sebagai barang dagangan, sementara Tuhan menjadi manusia untuk menegaskan martabat setiap orang. Ia juga mengingatkan bahwa menolak anak-anak, orang miskin, dan orang asing berarti menutup pintu bagi Tuhan. Pesan ini selaras dengan fokusnya pada imigran dan kaum lemah, serta mengajak umat membawa harapan di tengah kegelapan dunia.
Konteks dan Rencana Lanjutan
Ini adalah Natal pertama Paus Leo setelah menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada April 2025. Ia menghidupkan kembali tradisi Misa Hari Natal pada 25 Desember pagi di Basilika Santo Petrus, yang terakhir dilakukan pada 1994. Pada hari Natal, ia juga akan menyampaikan berkat Urbi et Orbi dari balkon basilika, biasanya berisi pesan perdamaian dunia. Meski cuaca buruk dan situasi global penuh tantangan, perayaan ini membawa semangat harapan bagi 1,4 miliar umat Katolik. Paus Leo menekankan Natal sebagai pesta iman, kasih, dan harapan, mengajak semua orang menyambut cahaya Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan
Misa Malam Natal yang dipimpin Paus Leo XIV pada 2025 menjadi simbol harapan baru bagi Gereja Katolik. Dengan pesan kuat tentang martabat manusia dan kepedulian terhadap yang lemah, ia mengingatkan bahwa kelahiran Yesus membawa cahaya di tengah kegelapan. Meski hujan deras dan tantangan dunia, ribuan umat tetap hadir, menunjukkan keteguhan iman. Perayaan ini tidak hanya menutup Tahun Yubileum, tapi juga membuka lembaran baru di bawah kepemimpinan Paus Leo. Natal mengajak semua orang membuat ruang bagi sesama, sehingga cahaya perdamaian dan kasih semakin terang di dunia.