trump-berikan-perintah-agar-maduro-mundur

Trump Berikan Perintah Agar Maduro Mundur

Trump Berikan Perintah Agar Maduro Mundur. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyuarakan tekanan keras terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Pada 22 Desember 2025, Trump menyatakan bahwa akan “pintar” jika Maduro mundur dari jabatannya setelah 12 tahun berkuasa. Pernyataan ini disampaikan di tengah eskalasi blokade kapal tanker minyak Venezuela dan pengejaran aset terkait. Langkah ini bagian dari kampanye tekanan maksimal yang bertujuan memutus sumber pendapatan utama pemerintah Venezuela, sambil menuding penggunaan dana minyak untuk aktivitas ilegal. BERITA VOLI

Pernyataan Trump dan Konteksnya: Trump Berikan Perintah Agar Maduro Mundur

Trump berbicara kepada wartawan di kediamannya di Florida, menjawab pertanyaan apakah ancaman militer dimaksudkan untuk memaksa Maduro lengser. Ia menegaskan bahwa keputusan ada di tangan Maduro, tapi akan “pintar” jika ia mundur. Trump juga menyatakan Amerika Serikat akan menyimpan atau menjual minyak yang disita dari kapal tanker, termasuk hampir empat juta barel dari dua kapal sebelumnya. Pengejaran tanker ketiga masih berlangsung, sebagai bagian dari blokade yang diumumkan baru-baru ini terhadap kapal tanker terkena sanksi yang keluar masuk Venezuela.

Eskalasi Tekanan Militer dan Ekonomi: Trump Berikan Perintah Agar Maduro Mundur

Kampanye ini telah berlangsung berbulan-bulan, dengan penumpukan armada laut besar di Karibia dan serangan terhadap kapal yang diduga terkait perdagangan narkoba. Blokade tanker minyak langsung menarget pendapatan utama Venezuela, yang sebagian besar bergantung pada ekspor ke pasar tertentu. Trump menuduh dana minyak digunakan untuk mendanai kegiatan terlarang seperti perdagangan manusia dan pembunuhan. Meski demikian, Venezuela membantah tuduhan tersebut dan menyebut tindakan ini sebagai upaya merebut cadangan minyak terbesar dunia. Aktivitas pelabuhan Venezuela melambat signifikan akibat blokade ini.

Respons Internasional dan Maduro

Maduro menanggapi dengan tegas, menyatakan Trump sebaiknya fokus pada masalah dalam negeri Amerika Serikat daripada mengancam Caracas. Rusia dan China menyatakan dukungan penuh terhadap Venezuela, mengecam blokade sebagai gangguan pasokan energi global. Maduro juga memerintahkan angkatan laut mengawal tanker, sementara sidang Dewan Keamanan PBB dijadwalkan untuk membahas krisis ini. Situasi semakin tegang, dengan kedua pihak saling ancam tanpa tanda mundur.

Kesimpulan

Pernyataan Trump agar Maduro mundur menandai puncak baru dalam konfrontasi panjang antara kedua negara. Tekanan ekonomi dan militer ini dirancang untuk melemahkan posisi Maduro, tapi juga memicu reaksi dari sekutu seperti Rusia dan China. Situasi tetap cair, dengan potensi eskalasi lebih lanjut jika tidak ada kompromi. Pada akhirnya, perkembangan ini memengaruhi stabilitas regional dan pasokan energi dunia, mengingatkan bahwa diplomasi keras bisa membawa risiko besar bagi semua pihak. Masyarakat internasional patut waspada terhadap langkah selanjutnya.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *